Kasus Korupsi Dana Desa Bisa Seret Ratusan Kades

Hadian Surahmat. SH salah seorang Pengamat Hukum, yang juga sebagai Pengacara aktif di Kabupaten Pandeglang menjelaskan, dugaan penyimpangan anggaran DD maupun ADD yang terjadi di Pandeglang tersebut, pada hakekatnya bisa saja terjadi di kabupaten/kota lainnya di luar Pandeglang. Karena memang alokasi dana yang di berikan pemerintah, tidak dibarengi dengan pelatihan para kadesnya dalam pengelolaan anggaran itu.

“Padahal jelas dalam UU Desa diatur semuanya, baik itu tata cara penggunaan DD maupun yang lainnya, tetapi karena kurangnya sosialisasi dan pelatihan-pelatihan, terutama dari pemerintah setempat, mengakibatkan para kades ketika mendapatkan DD maupun ADD, merasa uang warisan, yang pengalokasiannya semaunya saja, tanpa ada perencanaan, gambar, RAB, maupun yang lainnya, sehingga patokan suatu pembangunan, hanya berdasarkan kira-kira, yang pada akhirnya terjadi kesalahan administrasi, yang berimbas pada dugaan penyalahgunaan anggaran negara, alias korupsi,” jelas Surahman pada RMOLBanten, Jumat (7/4/2017)

Pengacara dari salah seorang tersangka Kasus Tunda Dindikbud Kabupaten Pandeglang ini pun, mengatakan. Bahwa kontruksi hukumnya jelas, pengelolaan DD dan ADD oleh para Kades di Pandeglang, telah terjadi kejanggalan. Dan dirinya meyakini, kejanggalan itu tidak hanya terjadi pada 18 kades saja, akan tetapi lebih dari 50 persen kades se Kabupaten Pandeglang, bermasalah dengan pengelolaanya, baik dalam penerapan, maupun pengadministrasiannya.

“Kalau kasus para kepala desa ini berproses, saya berkeyakinan Rumah Tahanan (Rutan) Pandeglang butuh kamar lagi, karena lebih dari 50 persen kepala desa dari 350 desa, atau ratusan kades se-Kabupaten Pandeglang, saya anggap bermasalah dalam pengelolaan DD dan ADD-nya. Terlepas indikasinya sengaja di korupsi, atau hanya kesalahan administrasi saja, yang pasti semuanya mengarah pada kerugian negara, yang sudah jelas aturan hukumnya,” ungkapnya. [ary]

sumber: http://www.rmolbanten.com/read/2017/04/07/237/Kasus-Korupsi-Dana-Desa-Bisa-Seret-Ratusan-Kades-